Marine engine

Selamat Belajar Dan Semoga Bermanfaat

Senin, 18 April 2011

Perawatan dan perbaikan piston

Perawatan dan perbaikan piston
 Cleaning liner
Cleaning piston

Piston harus dikeluarkan pada selang waktu yg teratur, sesuai yg ada dalam jadwal, cincin dilepas dan piston serta cincinnya dibersihkan . semua tempat yang tergores pada pistonharus digosok atau dibersihkan sampai halus.

Keadaan piston dan lapisan slinder memberikan petunjuk yang baik tentang mutu dan jumlah dari minyak lumas yang digunakan. Bila lapisan slinder dan cincin piston mempunyai permukaan mengkilap dan cicncinnya bebas, menunjukan bahwa bahan bakarnya bermutu baik. Namun bila menggunakan bahan bakar bermutu rendah  maka permukaan yang aus akan terlihat pudar dan cincin piston akan menunjukkan kecendrungan macet.

Kepala  piston harus diperiksa bila mungkin ada keretakan dan tempat yang terbakar . bila terbakarnya dalam, mungkin dianjurkan untuk  memotong logam yang terbakar dengan pahat dan mengelas lekukakannya untuk memperbaiki mahkotanya menjadi bentuk semula.
Lubang minyak dalam pena piston  juga harus dibersihkan
Dalam piston dengan pena piston yang pas dan terpasang tetap, ketika pena piston sudah dilepas harus berhati-hati dalam menempatkan kembali. Agar tidak merysak piston, setelah itu piston diperiksa kebulatannya, harus dikembalikan bentuk bulat dengan mengetuk palu bukan logam.
Ketika piston dikembalikan setelah pembersihan, harus berhati-hati untuk meletakkannya kembali dalam kedudukan yang relatif sama terhadap lapisan slinder seperti sebelumnya.


KELONGGARAN UJUNG PISTON
Tekanan kompressi dari slinder daya ditentukan oleh jarak antara puncak piston dan kepala slinder pada t.m.a. fariasi yang dibolehkan  untuk kelonggaran mekanis adalah ± 0,25 persen dari langkah piston.
Keausan bantalan utama dan pena piston makin lama makin menambah kelonggaran mekanis dan harus dikompensasi. Pada mesin besar dengan bantalan pena piston terpisah, yang sering disebut peti (box) kelonggaran mekanis yang layak diperbaiki dengan menyisipkan ganjal diantara peti dan ujung dari batang engkol dan batang persisi. Ketika bantalan tersebut aus  dapat diganti baru dengan mudah, dalam beberapa mesin kecil kelonggaran mekanis dapat distel dengan mengurangi tebal gasket pada slinder.

KELONGGARAN SISI PISTON
Kapan saja  lapisan slinder atau piston diganti, kelonggaran antara piston dan lapisan slinder. Slinder harus dipreiksa dan harus mendekati kelonggaran yang dianjurkan. Harus diingat bahwa piston almunium memerlukan kelenggoran lebih besar daripada piston besi cor. Dalam memeriksa kelonggaran harus diingat bahwa puncak piston, dari alur sebelah atas sampai mahkota, mengecil untuk memungkinkan suhu yang lebih tinggi dan pemuaian yang lebih besar dari bagian piston tersebut.

CINCIN PISTON
Adalah sangat penting untuk menjaga cincin torak dalam kondisi kelas satu karena cincin pistonlah yang mengendalikan daya yang ditimbulkan oleh pelumasan piston dan slinder. Cincin piston yang macet dan patah adalah salah satu factor utama yang menyumbangkan kausan dan goresan lapisan slinder. Kondisi cincin harus diselediki pada isyarat pertama dari kebocoran gas dan ketika mengganti cincin piston yang baru harus dipastikan bahwa cincin tersebut di beri kelonggaran sisi dan celah yang layak  sesaui dengan yg dianjurkan oleh sipembuat mesin.


Piston Crown Broken, diakibatkan oleh terjadinya overheating didalam ruang bakar sehingga fungsi pelumasan dan fungsi pendinginan yang bersirkulasi didalam piston dan piston crown tidak dapat menyerap panas.
Cylinder Head Crack, juga diakibatkan oleh terjadinya overheating didalam ruang bakar, sehingga fungsi sirkulasi pendinginan (Air pendingin) tidak mampu atau sebanding penyerap   an panas yang ditimbulkan.
PENGUKURAN TORAK ( piston measurement).
Ø  Pengukuran diameter torak antara posisi depan – belakang atau  A-A pada posisi dari atas sampai kebawah  minimal 5 (lima) posisi diperbandingkandng diameter standar torak standar, berapa berkurangnya (minus) atau keausan torak tersebut.
Ø  Pengukuran diameter torak antara posisi kanan – kiri atau B-B pada posisi dari atas sampai kebawah minimal 5 (lima) posisi, Diperbandingkan dng diameter standar torak standar , berapa berkurangnya (minus) Keausan torak tersebut.
Ø  Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui seberapa jauh diameter torak (badsan Torak) yg sudah mengalami keausan akibat gesekan dengan dinding silinder (cyl Liner) dan juga adanya kemungkinan keausan badan torak yg tidak merata.
Ø  Pada posisi pengukuran  A-A / Port- Starboard side ini akan lebih jelas menunjukkan “ Ovalitet” badan torak apabila terjadi ring torak yg sudah menipis, karena gerakan tendangan badan torak yg menerima tenaga pembakaran akan bergerak kearah kanan dan lansung bersentuhan dng dinding silinder,akibatnya badan torak dan dinding torak akan mengalami keausan
PENGUKURAN SILINDER.
Ø  Pengukuran diameter bagian dlm silinder antara posisi depan – belakang pada posisi dr atas sampai kebawah (minimal 5 posisi) kemudian diperbandingkan dng diameter standar.berapa kelebihan (Plus) keausannya
Ø  Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui seberapa jauh diameter dinding silinder yg sudah mengalami keausan akibat gesekan torak dan juga adanya  kemungkinan keausan dinding silinder yg tidak rata.
Ø  Pengukuran diameter bagian dalam silinder antara kiri-kanan  pada posisi dari atas sampai kebawah.
Ø  Pengukuran ini dimaksud untuk mengetahui  seberapa jauh diameter dinding silinder yg sudah mengalami keausan akibat gesekan dng torak dan juga adanyakemungkinan keausan dinding silinderyg tidak merata.
Ø  Memastikan bahwa dinding silinder dlm keadaan  masih standadan tidak ada yg termakan/Aus atau membentuk Ovalyg dapat mengakibatkan lolosnya udara kompresi dan gas pembakaran did lm silinder menerobos ke ruang engkol dan dapat mengakibatkan terjadi kebakaran.
Ø  Pastikan bahwa seluruh dinding silinder tidak ada yg tergores membentuk alur dari atas sampai kebawah.
Ø  Pastikan semua lubang2 cyl oil Apparat, dapat mengeluarkan minyak pelumas dng baik
Kasus Piston ring patah , Aus Tipis, dan mesin kapal jalan terus.


Akibat – akibatnya :
Dapat mengakibatkan  dinding Pelapis Torak rusak/tergores (Cyl Liner).
Dapat mengakibatkan torak rusak / pecah akibat gesekan yg terlalu keras/padat
Kondisi ini dapat dapat mengakibatkan lolosnya udara kompresi dan gas pembakaran didalam silinder menerobos keruang engkol dan dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran.
Mengakibatkan poros engkol , Metal duduk rusak.
Biaya Perbaikan yg berulang-ulang.

Langkah2 pengambilan ukuran kelurusan poros engkol sbb:
Mesin dlm keadaan berhenti dan pastikan ruang engkol sudah dlm keadaan dingin (mesin stop selama 60 menit).
Pastikan mesin induk / mesin Bantu dalam keadaan siap untuk  tidak dijalankan dan siap untuk melakukan perawatan.
Pastikan semua katup bbm . air tawar, air laut, minyak pelumas, udara pejalan, sudah dlm keadaan tertutup aman.
Persiapkan peralatan Turning gear untuk memutar roda gila pada saat dibutuhkan.
Persiapkan peralatan khusus “ Crank Shaft Deflection Clock” Kaca spion,Buku catatan, kain pembersih dll.
Perhatikan dan catat bila perlu urutan “Firing Order” dari mesin tersebut.
Buka deksel Ruang Engkol semua silinder sebelah kanan dan kiri.
Periksa  seluruh bagian dalam ruang engkol, Pastikan tidak ada tanda2 yg meragukan, bersihkan dng kain pembersih dan periksa apakah ada serpihan2 metal dan lainnya.
Periksa dan pastikan semua baut dan mur dari semua metal duduk dan metal jalan dalam keadaan terikat kuat.
Tentikan kode aba-aba / perintah untuk memutar roda gila.
Pastikan bahwa semua persiapan personil dan peralatan sudah dilakukan dng benar dan baik.

Pemasangan  alat ukur deflection.
Pastikan alat ukur dalam keadaan baik dam siap pakai.
Pemasangan dimulai dari silinder No.1 dan poros engkol diputar sampai  pada posisi Metal-Jalan di bottom port mendekati / sedekat mungkin bottom.
Pasang Clock Deflection  diantara kedua pipi engkol.
Pastikan Clock Deflection sudah benar2 duduk dan menekan diantara kedua Pipi- Engkol.
Putar ring luar pada Clock Deflection sampai jarum penunjuk pada posisi “O”Dan tes dng sentilan jari.
Pengukuran berikutnya Port, Top, Starboard, Bottom Stb Dan selesai selinder pertama. Gunakan kaca spion pada posisi bottom untuk pengambilan nilai ukuran.
Setiap pengambilan  ukuran untuk setiap selinder, Dilaran untukl memutar kembali  “arah putaran” Apabila ada kesalahan ukuran / kelewatan memutar roda gila.
Pengukuran sebaiknya  disesuaikan dng “Firing Order” dari mesin tersebut.
Pengukuran mempunyai nilai 1/1000 millimeter masih dapat dibaca  dan masih mempunyai nilai penyimpangan  yg cukup diperhitungkan dalam grafik Penyimpangan poros engkol.
Untuk menghasilkan nilai perawatan dan perbaikan mesin dalam hal ini Poros Engkol.
Selanjutnya hasil ukuran tersebut diperhitungkan nilai Penyimpangan (Z) untuk dipakai membuat Grafik Penyimpangan Poros Engkol.


1 komentar: